Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025 - April 2026
Articles

The Meaning of the Term “Gus” in the Case of Gus Miftah: A Peircean Semiotic Analysis

Pitoyo Pitoyo
Universitas Gunadarma
Rizky Wulan Ramadhani
Universitas Gunadarma

Published 2026-01-13

Keywords

  • Gus,
  • Kiai Ageng Besari,
  • Miftah Maulana Habiburrahman,
  • Charles Sanders Peirce’s Semiotics

How to Cite

Pitoyo, P., & Ramadhani, R. W. (2026). The Meaning of the Term “Gus” in the Case of Gus Miftah: A Peircean Semiotic Analysis. Jurnal Komunikasi Dan Bisnis, 13(2), 144–155. https://doi.org/10.46806/jkb.v13i2.1489

Abstract

Miftah Maulana Habiburrahman, widely known as Gus Miftah, is a preacher and the leader of the Ora Aji Islamic Boarding School in Sleman, Yogyakarta. A viral video in which he mocked an iced tea seller using the word “goblok” sparked public backlash and raised questions regarding his use of the honorific title “Gus.” This study aims to analyze the meaning of the word Gus attached to Miftah using Charles Sanders Peirce’s semiotic framework. Employing a qualitative method through literature review and historical texts, the study explores the genealogical claims linking Miftah to Kiai Ageng Muhammad Hasan Besari. Using Peirce’s triadic model—Representamen, Object, and Interpretant—the findings indicate that Miftah functions as the object, Gus as the representamen, and the interpretant refers to a lineage of prominent kiai figures affiliated with Nahdlatul Ulama (NU), used as personal branding. However, based on available records and family statements, Miftah has no blood relation to Kiai Ageng Besari and does not descend from any NU kiai lineage, casting public doubt on his claim to the Gus title. The study urges the public to critically assess religious figures' claims to noble lineage and suggests further research into the genealogy of Kiai Ageng Besari, given gaps in available records since the 1960s.

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Aryani, S., & Yuwita, M. R. (2023). Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada Simbol Rambu Lalu Lintas Dead End. Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 3(1), 65–72. https://doi.org/10.34010/mhd.v3i1.7886
  2. Awaliyah, G. (2024, December 5). Kasus Gus Miftah dan Penjual Es Teh, Psikolog: Bicara dengan Orang Lain Harus Pakai Empati. Https://Ameera.Republika.Co.Id. https://ameera.republika.co.id/berita/snzyb9425/kasus-gus-miftah-dan-penjual-es-teh-psikolog-bicara-dengan-orang-lain-harus-pakai-empati
  3. Barir, M. (2024, December 5). PM Malaysia Anwar Ibrahim Komentari Insiden Gus Miftah Olok-olok Penjual Es Teh, Begini Kata Anwar. Https://Www.Tribunnews.Com. https://www.tribunnews.com/internasional/2024/12/05/pm-malaysia-anwar-ibrahim-komentari-insiden-gus-miftah-olok-olok-penjual-es-teh-begini-kata-anwar
  4. Bruinessen, M. Van. (1995). Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat . Mizan.
  5. DetikJogja. (2024, December 6). Tugas Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Sarana Keagamaan. Www.Detik.Com. https://www.detik.com/jogja/berita/d-7674184/tugas-utusan-khusus-presiden-bidang-kerukunan-beragama-dan-sarana-keagamaan
  6. Dirgantara, A. (2024, December 4). Mayor Teddy Tegur Miftah karena Olok-olok Pedagang Es Teh. Https://Nasional.Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2024/12/04/08182921/mayor-teddy-tegur-miftah-karena-olok-olok-pedagang-es-teh
  7. Firmansyah, S. (2022). Pemikiran Filsafat Semiotika Dalam Pemahaman Charles Sanders Peirce Dan Contohnya. Al-Kauniyah, 3(2), 81–91. https://doi.org/10.56874/alkauniyah.v3i2.877
  8. Hidayah, L. (2021). Dakwah Islam di Era Generasi Milenial (Analisis Metode Dakwah Gus Miftah). AN-NASHIHA: Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies, 1(1), 21–32. https://doi.org/10.55352/an-nashiha.v1i1.278
  9. Husna, Z. Z. (2021). Dakwah Multikultural (Dakwah Gus Miftah di Diskotik Hingga Gereja). Hikmah, 15(2), 246. https://doi.org/10.24952/hik.v15i2.4056
  10. Khotimah, N. (2024, December 9). Awal Mula Video Gus Miftah Hina Penjual Es Teh Viral, Penyebar Pertamanya Sedang Dicari. Www.Suara.Com. https://www.suara.com/lifestyle/2024/12/09/170508/awal-mula-video-gus-miftah-hina-penjual-es-teh-viral-penyebar-pertamanya-sedang-dicari
  11. Miranti, S. A. (2024, December 4). Viral Gus Miftah Hina Tukang Es Banjir Hujatan, Dibandingkan dengan Sinden Cantik Ini: Lebih Beradab. Https://Jabar.Tribunnews.Com. https://jabar.tribunnews.com/2024/12/04/viral-gus-miftah-hina-tukang-es-banjir-hujatan-dibandingkan-dengan-sinden-cantik-ini-lebih-beradab
  12. Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
  13. Ningrum, M. K. (2024, December 4). Mengenal Makna Panggilan Gus dan Asal-usulnya. Www.Tempo.Co. https://www.tempo.co/politik/mengenal-makna-panggilan-gus-dan-asal-usulnya-1176858
  14. Nurma Yuwita. (2018). Representasi Nasionalisme dalam Film Rudy Habibie (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Jurnal Heritage, 6(1), 40–48. https://doi.org/10.35891/heritage.v6i1.1565
  15. Oetama, J., & Wahid, Y. Z. (2010). Damai Bersama Gus Dur. PT Kompas Nusantara.
  16. Pebrianti, C. (2024, December 9). Gus Miftah Ngaku Keturunan Kiai Hasan Besari, Keluarga: Itu Bohong. Https://Www.Detik.Com. https://www.detik.com/jatim/berita/d-7678642/gus-miftah-ngaku-keturunan-kiai-hasan-besari-keluarga-itu-bohong
  17. Pitoyo, P., Prihantoro, E., & Ohorella, N. R. (2021). Makna Zona Merah Covid 19 di DKI Jakarta (Studi Semiotika Charles Sander Peirce Berita Kompas.Com). Jurnal Semiotika, 15(1), 85–96.
  18. Prasongko, W. A., Fadli, S., & Nurliana, N. (2023). Toleransi Beragama Gus Miftah Di Gereja Bethel Indonesia (Gbi): Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce. Masjiduna: Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah, 6(2), 15–29.
  19. Putranto, W. G. (2024, December 3). Jabatan Gus Miftah di Pemerintahan Prabowo-Gibran, Jadi Utusan Khusus Presiden. Https://Www.Tribunnews.Com. https://www.tribunnews.com/nasional/2024/12/03/jabatan-gus-miftah-di-pemerintahan-prabowo-gibran-jadi-utusan-khusus-presiden
  20. Reinhart, C. (2021). Antara Lawu dan Wilis (dalam bahasa Indonesia). Kepustakaan Populer Gramedia.
  21. Rinanda, H. (2024, December 10). Bantahan Keluarga Saat Gus Miftah Ngaku Keturunan Kiai Hasan Besari. Https://Www.Detik.Com.
  22. Roziqin, B., Asti, B. M., Munif, J. A., & Hamzah, J. (2009). 101 Jejak Tokoh Islam Indonesia. e-Nusantara.
  23. Solahudin, S. (2012). Biografi 7 Rais A’am PBNU. Nous Pustaka Utama.
  24. Sumardi, Nurmiati, Baharuddin, & Jamaluddin. (2024). Strategi Marketing Politik Anies Baswedan Dan Muhaimin Iskandar (Amin) Pada Pemilu Tahun 2024 Melalui Youtube. Jurnalika : Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1), 25–47. https://doi.org/10.37949/jurnalika81104
  25. Sutopo, O. R. (2016). Agenda Pengembangan Kajian Kepemudaan di Indonesia. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 1(2), 161–172. https://doi.org/10.17977/um021v1i22016p161
  26. Thoriquttyas, T. (2019). Pemuda, Elit Agama Islam dan Politik: Preferensi Gus dan Lora dalam Kontestasi Politik. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 3(2), 88. https://doi.org/10.17977/um021v3i2p88-97
  27. To, D. R. (2023). Dakwah Gus Miftah di Sebuah Kelab Malam di Sarkem Yogyakarta. AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 5(1), 47–56. https://doi.org/10.24127/al-idzaah.v5i1.3388